Pentingnya Merawat, Ingatan dan Apapun.
Sedkit mundur kebelakang kira-kira ditahun 2005 sampai di 2008 kalo gk salah, lupa banget pasnya kapan. Waktu itu sedang ramai-ramainya mainan di internet -Friendster dan Facebook- (belum ngerti istilah social media) namun Friendster lah yang paling menawan kala itu. Sebuah kanal yang begitu akrab digunakan generasi '90 an akhir, beragam alasan orang memakai saluran ini, mulai dari berkirim kabar untuk teman, mengetahui informasi terkini seputar musik misalnya, berita-berita yang sedang hangat dibicarakan bahkan. Para penggunanya dapat mengirim foto serta video, dan yang paling terkesan adalah bisa menulis testimoni di dinding halaman Friendster milik kita, enggak tau kenapa kalau di ingat hal itu seakan jadi kebanggan saja, walau sesaat.
Friendster hari ini lenyap digulung angin, rasanya masih seru saja kalau di detik ini masih main di FS, FS adalah akronim yang sangat popular kala itu untuk para penggunanya. Jadi kebayang kan berjam-jam duduk manis di warnet demi main FS, sambil nengokin mbak-mbak warnet yang gingsulnya kanan kiri, pipinya jeglong (lesung pipit), lalu ngunggahin foto dan video, menulis komentar di kolom teman, mempercantik template kalo dikunjungin pacar biyar betah.
Namun, di medio itu belum ngerti betapa pentingnya merawat sebuah username dan password, bahkan sekedar untuk di ingat saja, kalau ingetanmu tidak hebat-hebat amat mending buat password satu saja seumur hidup untuk semua keperluan pengamanan privasi dan social mediamu. Kalau boleh meminjam tulisan mas Zen tentang pentingnya merawat sebuah ingatan, kira-kira begini bunyinya:
“Dan di hadapan kekuasaan, hal paling mudah yang mesti dilakukan, adalah merawat baik-baik ingatan.” - Zen RS
Bukan perkara siapa yang sedang berkuasa, atau kekuasaan milik siapa? Dibalik itu, pesan yang disampaikan beliau tentang penting nya merawat sebuah ingatan memang benar harus dujaga baik-baik.
Sekian.


0 komentar: